Pengambilan Data

Melalui kelas ini, kamu diajak untuk:

  • Mempersiapkan data untuk testing.
  • Menentukan ukuran yang tepat dalam mengevaluasi data.

Cakupan Pertanyaan

Agar riset tetap fokus, kita wajib memiliki cakupan. Menentukan cakupan berarti menentukan variabel apa saja yang dicari, dan kemudian menentukan pertanyaan apa yang harus digali. Berikut pertanyaannya:

  • Kemudahan: Seberapa mudah user dapat menyelesaikan kendala?
  • Waktu: Seberapa cepat/berapa lama user menggunakan produk/fitur?
  • Error: Berapa banyak kesalahan yang dialami user dalam memanfaatkan produk?

Persiapan Teknis

Setelah melakukan riset, pisahkan hasil evaluasi ke dalam dua jenis data, apakah kualitatif atau kuantitatif. Pembagian ini penting dalam proses pencarian jawaban.

Perencanaan

1. Tentukan Target: Kritisi produk sendiri, bagian manakah yang perlu mendapat pembenahan. Kemudian tentukan secara spesifik apa saja yang harus diuji.

2. Metode Tes: Tentukan acuan dan fitur khusus yang akan diuji.

Rancang Tugas Demo User

1. Membuat Prioritas: Jumlah peserta, metode, dan durasi harus dibuat rinci agar tidak ke mana-mana.

2. Realistis dalam Target: Fokus pada cakupan riset yang ditetapkan sebelumnya tentang fitu apa dan penggunaannya.

3. Merancang Skenario: Pilih apakah uji produk perlu dimoderasi atau membiarkan user secara alamiah melakukan pengujian. Keduanya memiliki kegunaan masing-masing.

Jenis Data

Setelah melakukan riset, pisahkan hasil evaluasi ke dalam dua jenis data, apakah kualitatif atau kuantitatif. Pembagian ini penting dalam proses pencarian jawaban.

Apa saja pembagian data keduanya dalam usability testing? Ketuk di bagian bawah:

Kuantitatif

Menggunakan penelitian untuk menghasilkan data angka. Setiap angka biasanya berangkat dari rangkuman pengalaman user dalam proses usability testing.

Kualitatif

Fokus pada eksplorasi penggunaan produk. Data kualitatif berfokus pada ekspresi dan komentar yang muncul dalam proses riset.

Cara Meraih Data

Dalam managemen produk digital, pengambilan data bisa mengkombinasikan metode manual atau terotomasi. Penggalian data manual lewat wawancara tetap diperlukan untuk menggali lebih dalam. Sementara model terotomasi menggunakan fungsi tambahan platform untuk mengolah data.

Kedua cara ini dapat mengambil data baik kuantitatif atau kualitatif. Jenis data yang dihasilkan akan tergantung pada teknik meraih data dan proses riset. Ketuk penjelasan di bawah untuk memperjelas teknik penggalian data.

In Depth Interview

Memberi data kualitatif lewat wawancara langsung. Bentuk focus group discussion dengan melibatkan beberapa user, dan beri pertanyaan baik secara individu maupun berkelompok.

Survei

Memberi data kuantitatif. Berisi kumpulan pertanyaan yang telah disusun, dengan opsi jawaban berupa pilihan ganda atau jawaban terbuka yang bisa diisi sesuka user. Kirim melalui lembar jawaban kertas atau software tertentu.

Usability Testing

Meminta user melakukan demonstrasi penggunaan produk, dan meminta mereka menjalankan perintah yang berkaitan dengan kebutuhan riset.

Tracking

Merekam data interaksi setiap user dalam sebuah platform lalu menghitungnya. Awalnya kita perlu menentukan


Studi Etnografi

Etnografi adalah metode riset dengan cara mengamati perilaku dari subjek riset yang dalam konteks ini adalah user. Etnografi dilakukan dengan mengunjungi rumah, tempat kerja, hingga aktivitas keseharian user yang relevan dengan pertanyaan-pertanyaan riset kita. Tujuan dari etnografi adalah mendapatkan ragam konteks, seperti:

  • Perilaku keseharian user.
  • Lingkungan user.
  • Cerita dan masalah yang dialami oleh user.

Melakukan Studi Etnografi

Untuk menggunakan metode etnografi, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, mulai dari penentuan jumlah sampel, hingga cara mempresentasikan data.

Ketuk untuk melihat rangkaian langkah sekaligus tips-tipsnya.

Menyusun Pertanyaan Riset

Hal yang pertama perlu dilakukan adalah menyusun pertanyaan-pertanyaan yang dibutuhkan untuk menghadirkan konteks terkait produk kita. Pertanyaan-pertanyaan ini tak hanya akan dijawab secara verbal oleh user, tetapi juga secara perilaku saat kita melakukan observasi.

Menentukan Sampel

Etnografi memakan banyak waktu, juga biaya. Maka dari itu, buat klasifikasi target audiens, lalu pilih setidaknya 3 orang dari setiap grup target tersebut.

Melakukan Observasi

Setelah menentukan sampel, saatnya mengamati perilaku keseharian mereka. Gunakan susunan pertanyaan sebagai pedoman dalam melakukan observasi. Pastikan hal-hal yang kita amati relevan dengan susunan pertanyaan kita.

Merekam/mencatat Data

Sebagai periset dengan metode etnografi, kita diajak untuk mengamati dan mencatat pengamatan tersebut di waktu yang singkat. Maka dari itu, gunakan perangkat yang nyaman bagi kita. Misal kita terbiasa dengan kertas dan pena, makan gunakan keduanya. Contoh lain adalah mencatat pengamatan di telepon genggam, menggunakan perekam suara, dan perekam gambar.

Mempresentasikan Data

Jika survei dipresentasikan melalui data-data statistik, kekuatan dari metode etnografi adalah cerita. Buka kembali catatan atau rekaman yang kita miliki, lalu buat narasi yang menceritakan proses pengamatan tersebut.

Lalu dari kumpulan user yang ceritanya telah kita narasikan, analisis kecenderungan atau tren-tren perilaku tertentu.

PRO TIPS

  • Fungsi dasar yang dirancang dalam konsep produk harus berbentuk MVP.
  • Scalability wajib mempertimbangkan ongkos sekaligus harmonisasi dengan fitur lain.
  • Pelajari bahasa pemrograman sederhana untuk front-end, back-end, atau bahasa generik output produk.

Kuis

Apa itu tech stack open source?

Selamat, Anda telah menyelesaikan pelajaran ini
Klik untuk menyelesaikan