Prinsip Dasar Komunikasi Bisnis

Melalui kelas ini, kamu diajak untuk:

  • Mengetahui jenis-jenis komunikasi secara umum.
  • Memahami komunikasi yang dilakukan oleh entitas bisnis.

Komunikasi Efektif

Manusia adalah makhluk yang gemar bercerita. Setiap hari kita semua berinteraksi dengan orang lain, baik itu hanya seorang maupun berkelompok. Dari komunikasi lahir interaksi yang kemudian mempengaruhi cara pandang antara orang satu dengan yang lain.

Jika selip lidah di hadapan teman "hanya" berisiko membuatnya marah, kesalahan bakal menimbulkan risiko lebih pahit di ranah bisnis. Maka, setiap organisasi menangani komunikasi dengan sebuah strategi. Komunikasi yang efektif membutuhkan persiapan, trial-and-error, dan ketekunan.

Kepada Siapa Kita Berkomunikasi?

Perusahaan tidak bisa lepas dari komunikasi. Mereka juga mengobrol dengan beberapa orang dalam satu kumpulan yang dikenal, atau meracau di media sosial yang dapat diakses publik secara luas, walau dalam bahasa atau kepentingan berbeda. Kepada siapa kita berkomunikasi memiliki cara yang berbeda-beda. Apa saja perbadaannya? Lihat penjelasan berikut:

Interpersonal

Berkomunikasi dengan mitra atau klien dengan tujuan memberi informasi atau pengaruh.

Grup

Berhadapan dengan lebih dari satu orang, dengan lebih dahulu mengetahui karakter atau lingkungan kelompok.

Publik

Berbicara dengan jumlah orang yang lebih banyak, namun pembicara dan pendengar berada dalam satu tema bahasan tertentu.

Massa

Merancang satu pesan khusus yang menarget orang sebanyak mungkin, tak peduli karakter atau minat mereka terhadap bahasan terkait.

Apa yang Disampaikan?

Ketika menulis atau membicarakan sesuatu, kita tidak hanya merangkai kata tapi juga berusaha menunjukkan jati diri, pikiran, dan apa yang kita punya. Manusia punya gaya komunikasi berbeda beda seperti langsung atau tidak enakan. Mari kita lihat jenis-jenisnya:

Pesan Utama

Mengungkapkan secara langsung tanpa tedeng aling-aling. Biasanya, penggunaan pesan utama menggunakan kalimat langsung dan kata kerja yang tidak ambigu. Misalnya ketika kita meminta seseorang duduk, kita bisa langsung mengucapkan "Silakan duduk." Kalimat tegas ini tidak memerlukan bantuan gestur tertentu karena sudah cukup tegas.

Pesan Sekunder

Tidak berusaha menyampaikan dengan tegas dan gamblang. Pesan sekunder meminimalisir kerentanan yang dimiliki pesan primer yang dapat menyinggung perasaan orang lain.

Pesan Auxiliary

Menggabungkan komunikasi langsung dan tidak langsung. Kombinasi dua gaya penyampaian pesan terletak di gabungan ucapan, intonasi, dan gestur.

Berkomunikasi adalah seni menyampaikan pesan dan membutuhkan teknik bercerita yang tepat. Sebelum memahami teknik bercerita, mari kita pahami komponen apa saja yang membentuk sebuah pesan. Ketuk bagan di bawah untuk melihat penjelasan:

Attention Statement

Menarik perhatian sekaligus merebut fokus lawan bicara. Caranya dengan langsung menyebut apa manfaat yang bakal didapat lawan bicara ketika menyimak pesan yang bakal disampaikan.

Pengenalan

Setelah mendapatkan emosinya, lawan bicara akan mencoba mencari tahu "Siapa orang ini sampai berani-beraninya menjanjikan hal tersebut?" Lanjutkan dengan memperkenalkan diri. Proses ini berusaha membangun validasi dan keakraban sebagai orang yang berbicara.

Body

Memenuhi janji di bagian awal dengan menjelaskan setiap poin pesan secara rinci. Bagian ini berisi pembedahan pesan lewan beberapa poin. Pastikan penjelasan poin ini melalui susunan alur yang nyaman, sehingga tidak membingungkan lawan bicara.

Conclusion

Dari berbagai poin penjelasan yang telah disampaikan. Caranya dengan menyajikan esensi dari poin-poin penyangga pesan.

Residual Message

buat rangkuman yang dapat membantu lawan bicara mengingat pembahasan dalam 1 kalimat. Dalam menyusunnya, pertimbangkan hal-hal berikut:

  • Bagaimana lawan bicara mengingatnya?
  • Pesan apa yang harus melekat di pikiran lawan bicara?
  • Apa yang lawan bicara bisa lakukan lewat pesan kita?

Ke Mana Perusahaan Harus Berbicara?

Sebagai entitas bisnis, komunikasi adalah salah satu cara perusahaan untuk meraih keuntungan. Target bisnis seperti citra baik, kepatuhan terhadap aturan, yang berujung pada kesuksesan transaksi. Corporate Communications mencangkup internal dan eksternal.


Internal

Berkomunikasi dengan mitra atau klien dengan tujuan memberi informasi atau pengaruh.

Konsumen

Presentasi kepada klien hingga kampanye memperkenalkan produk lewat iklan.

Pemerintah

Berkomunikasi rutin dengan pemerintah tentang regulasi terkait industri tempat produk beredar.

Publik Lewat Media Massa

Mengangkat citra perusahaan agar dapat diakses publik, termasuk risiko PR crisis guna menghindari hujatan publik.

Pro Tips

  • Komunikasi bergantung pada jenis-jenis lawan bicara, apakah itu individu, kelompok, atau massa.
  • Komunikasi perusahaan menggabungkan faktor internal dan eksternal.

Kuis

Di bagian struktur pesan manakah yang berusaha memberi pengingat pada lawan bicara??

Selamat, Anda telah menyelesaikan pelajaran ini
Klik untuk menyelesaikan