Menyusun Copy di Website

Melalui kelas ini, kamu diajak untuk:

  • Mengetahui teknik copywriting untuk desain website.
  • Merinci tuas-tuas cerita dalam arsitektur informasi.

Copywriting untuk Website

Copywriting bukan sebuah sastra adiluhung yang mengharuskan penulisnya sebagai sastrawan sohor. Menulis sebuah copy adalah menulis dengan jelas tentang pesan yang terkandung dalam produk sehingga bisa dengan mudah dipahami calon konsumen, yang berujung pada transaksi.

Di dalam website, copywriting menopang tujuan bisnis untuk mempengaruhi hingga meyakinkan pengunjung untuk melakukan tindakan yang sesuai dengan tujuan perancangan. Agar tidak asal menulis saat merancang informasi website, mari ikuti alur berikut:

  • 1. Hirarki Informasi.
  • 2. Merinci apa saja yang perlu ditulis dalam elemen landing page.
  • 3. Mengharmoniskan tulisan copy dengan desain.

Memahami Kebutuhan Organisasi

Mustahil bila membuat website tanpa memahami siapa pemiliknya dan apa yang berusaha ditampilkan atau dijual. Seorang copywriter mutlak harus memahami karakter organisasi yang nantinya akan melekat pada website.

Esensi dari organisasi ada di bagian value propositions atau sebuah penjelasan umum tentang profil dan tujuan organisasi. Value propositions akan merinci apa saja produknya, bagaimana proses mencapai targetnya, dan cara apa yang dilakukan untuk meraih targetnya.

Khusus untuk website, value propositions yang perlu dibangun adalah rincian tujuan organisasi membangun sebuah website. Komponen penjelasannya sebagai berikut:

  • Page Goal: Mengapa harus punya website?
  • Target Audience: Siapa yang diharapkan berkunjung ke website?
  • Traffic source: Dari manakah pengunjung bisa datang ke website?

Buat coretan seperti ini:

Hirarki Informasi

Ketika hendak membangun narasi di website, kita perlu memiliki hirarki visual untuk menentukan tingkatan pentingnya informasi mana saja yang penting, kemudian menampilkannya di website. Tingkat penting tidaknya informasi amat bergantung pada susunannya.

Berikut yang harus dicatat dalam menyusun hirarki informasi:

Pain Points

Masalah apa saja yang dihadapi oleh publik dan berusaha dipecahkan lewat informasi/produk di website?

Benefit

Bagaimana produk dapat memberi nilai dan menyelesaikan masalah di pasar?

Differentiator/Pembeda

Apa yang membedakan informasi/produk dibanding kompetitor?

Objections/Keberatan

Keberatan apa yang mungkin muncul dengan adanya produk?

Call to Action

Bagaimana proses setiap pengunjung website dalam mengakses layanan?


Kerangka ini berlaku untuk semua jenis rancangan desain. Kita perlu membuat coretan rinci soal masing-masing informasi. Misalnya kita hendak membangun website untuk jual-beli biji kopi. Contohnya seperti ini.

Menyusun Copy Sesuai Elemen Website

Hirarki informasi tidak hanya berbeda secara pesan, tapi juga beragam secara penempatan dalam keseluruhan tampilan website. Dari hirarki informasi yang sudah disusun, kita kemudian memahami mana saja yang penting dan kurang penting. Tingkatan ini menentukan penempatan pada tampilan website.

Tampilan website memiliki beberapa elemen pokok. Seperti apa dan di mana penempatannya? Lihat jenis-jenis elemen website dalam penempatan berikut:

Headline

Kalimat singkat tentang ringkasan informasi untuk menyampaikan pain points.

Body Copy

Website yang banyak mengandung teks berisi differentiators dan benefits.

Social Proof

Merangkum testimoni pengguna untuk menangkal objections dari pengguna.

CTA

Link untuk mendaftar, mengunduh, atau membeli produk di website.

Diksi

Diksi atau pilihan kata dalam copywriting website akan menentukan jelas tidaknya informasi. Kualitas penyampaian informasi bukan dengan sajak yang tersusun melayun indah. Ada beberapa prinsip pemilihan diksi dalam copywriting website. Ketuk bagan di bawah untuk melihat penjelasannya:

Singkirkan Jargon

Jargon, terutama kata-kata khusus di bidang tertentu, hanya bisa dipahami sekelompok orang. Hal ini membuat jargon sebagai sesuatu yang sulit dipahami bila tujuan website adalah menyebarkan informasi ke khalayak. Gunakan bahasa sederhana yang mudah dipahami awam.

Gunakan Data

Data berupa angka selalu terdengar lebih meyakinkan dibanding deretan kalimat, terutama di website. Adanya data dapat membantu meyakinkan pengunjung website.

Bangun Cerita

Bahasa yang harus jelas bukan berarti mengharamkan cerita yang berbunga-bunga. Website tetap membutuhkan komponen cerita untuk memberi penjelasan kepada pengunjung. Bercerita dalam hal ini adalah membangun susunan kata yang dapat membangkitkan emosi, bukan membual dengan hal yang fiktif. Ada beberapa teknik bercerita yang bisa digunakan. Berikut penjelasannya:

  • And, But, Therefore: Formula ini seperti cerita yang menegangkan dengan awalan (AND), masalah (BUT), dan solusi (Therefore).
  • Problem, Agitate, Solve (PAS): Mirip dengan ABT, namun dengan penekanan alunan cerita yang lebih harus. PAS berangkat dari sebuah isu (problem), yang kemudian diperjelas (agitate), dan diakhiri dengan memberi solusi (solve) dari isu tersebut.
Gunakan Frasa Positif dan Mendorong Tindakan

Esensi website bukan hanya menjadi bacaan, tapi mempengaruhi tindakan pengunjung melalui informasi yang ada. Maka, jangan ragu menggunakan kata-kata yang mendorokan tindakan seperti "Share", "Login", "Register".

Rangkuman

  • Copywriter memerlukan value propositions dari organisasi, terutama terkait kebutuhan akan website.
  • Dalam menyusun hirarki informasi, padatkan seluruh informasi ke dalam tingkat penting tidaknya.
  • Diksi untuk merangkai cerita di website tidak boleh bertele-tele.

Kuis 1

Pertanyaan apakah yang harus dijawab dalam menyusun value propositions untuk website?

Kuis 2

Bagian manakah kita bisa menulis pain points?

Kuis 3

Sejauh mana kita bisa membangun susunan kalimat yang bercerita untuk menulis informasi website?

Selamat, Anda telah menyelesaikan pelajaran ini
Klik untuk menyelesaikan